Saat Facebook Bernyanyi

Posted by Joko Nurjadi

Apa persamaan Facebook dan Avenged Sevenfold? Mungkin sama-sama punya banyak fans, tapi mungkin tidak banyak orang yang pernah menemukan saat Facebook "menyanyikan" lagu Avenged Sevenfold. Tapi itulah yang terjadi dan gambarnya dikirimkan oleh teman saya, Yanuar Riza, yang sudah nasibnya banyak menemukan keanehan-keanehan dunia cyber.

Berikut gambarnya:



Kalau di lihat lebih jelas, dibawah form daftar ada lirik lagu "Dear God" yang dinyanyikan oleh Avenged Sevenfold.



Thanks buat Yanuar atas sumbangan screenshotnya yang unik, semoga membingungkan khalayak ramai (lho??).

read full version ...

Bing Belum Pintar Berhitung

Posted by Joko Nurjadi


Cukup dirilis dalam hitungan minggu, semua orang sudah kenal yang namanya bing.com. Hingga hari ini (17 hari setelah bing.com resmi rilis), menurut alexa.com, bing.com telah berada pada peringkat 69 top site di Indonesia, sementara secara global bing.com memiliki rank 105, sangat mungkin dalam waktu dekat bing.com sudah masuk dalam top 100 dunia.

Bing.com memang mempesona, bahkan rubrik Know How majalah PC Media edisi 8/2009 yang akan datang (yaaahh... sempat-sempatnya promosi) telah membahas kecerdasan bing.com, bersama dengan search engine no 1 saat ini, Google, dan knowledge engine baru yang juga banyak disorot: WolframAlpha.com.

Tapi yang mau saya bahas sekarang hanya sedikit ulasan iseng, walaupun kita melihat bing.com tampaknya disiapkan dengan sangat matang dan langsung menggebrak dengan berbagai fitur (ada Bing Image, Video, Map, Travel, dst), didukung result pencarian yang ditemukan terkadang lebih banyak dari Google, tetapi tidak ada yang sempurna, "kelemahan" bing.com justru terletak pada hal yang sederhana: berhitung.

Mungkin hal ini terlewat oleh ahli-ahli di Microsoft (dan Powerset, engine yang memungkinkan kepintaran semantic search tertanam pada Bing). Saya percaya dalam waktu singkat hal ini dapat diperbaiki, tapi mumpung sampai saat ini belum, ya dibahas saja deh.

Nah, dalam hitungan yang bagaimana bing.com belum naik kelas? Silahkan mencoba mengetikkan keyword berikut pada google.com atau yahoo.com:

100 * 10%

Bagi Anda yang belum pernah mencoba bertanya soal hitungan pada Google, perlu diketahui sudah lama Google mengimplementasikan kemampuan berhitung pada engine-nya. Sehingga keyword tersebut dapat dikenali bahwa Anda menanyakan berapa hasil dari 100 * 10%, Google akan menjawab dengan menampilkan hasil:

100 * (10%) = 10

Sementara yahoo.com akan menghasilkan:

100 * (10/100) = 10

Pintar, kan? Bagaimana dengan bing.com? Anda tidak akan mendapatkan hasilnya. Bing akan menganggapnya sebagai keyword biasa dan mencari website yang memiliki karakteristik keyword tersebut, seperti pada sreenshot:



Begitu juga dengan hitungan lain seperti:

100 ^ 2 (100 pangkat 2)

Bukan berarti bing.com tidak mampu berhitung, karena perhitungan yang menggunakan operator sederhana seperti misalnya * (kali) atau + (tambah), bing.com sudah dapat melakukannya. Tetapi tampaknya belum dibuat agar mengenali % (persen) atau ^ (pangkat).

Mungkin kalau Microsoft baca blog ini, dalam sekejap bing.com langsung tambah pintar.

read full version ...

My One Second

Posted by Joko Nurjadi

Sebuah titipan puisi :o



It took me one second
To wonder about our past
To feel what's between us

To send u a message
To think about u
To call out your name

Though life is full of one second
Without realizing all of my seconds are all about u !!

To my one seconds

read full version ...

Bette Davis Eyes - Mencari Topik Panas

Posted by Joko Nurjadi


Beberapa waktu lalu, saya bereksperimen dengan teknik SEO menggunakan gambar (http://jokonurjadi.blogspot.com/2008/08/teknik-seo-dengan-gambar.html), ternyata artikel tersebut, yang memuat tulisan dan gambar game Titan Quest, menempati peringkat artikel populer di blog ini (sekarang peringkat 4) sesuai prediksi si Joko yang rupanya sudah belajar meramal dari Ki Joko Bodo, kejeniusan Joko Suprapto penemu Blue Energy, sayangnya belum ada Joko Jombang yang ketemu batu sakti setelah kesamber petir. Padahal saya mau belajar jadi sakti (tapi nggak pake kesamber petir).

Sekarang, saya akan bereksperimen lagi dengan menuliskan sebuah topik panas. Sekedar informasi, pernyataan klasik Content Is The King masih tetap berlaku agar sebuah website menapak naik dalam persaingan peringkat dengan website lain. Tetapi bagaimana agar konten tersebut tepat dan cepat? Jawabnya adalah: konten yang memuat topik panas!

Topik panas kali ini bukan topik panas di Indonesia (bukan tentang Sarah Azhari & Rahma Azhari, Roy Suryo, atau perkawinan Christian Sugiono melawan Titi Kamal, tapi sengaja aja ditulis nama-namanya disini buat ngetest dilirik Google apa nggak), tapi topik panas di Amerika. Bagaimana caranya?

Cukup kunjungi URL http://www.google.com/trends/hottrends?sa=X, yang memuat keyword paling populer di Amerika dan selalu diupdate dengan cepat. Dalam rentang waktu 25 – 26 Februari 2009, ada keyword yang menarik perhatian saya dan sempat menjadi keyword terpopuler, yaitu keyword “Bette Davis Eyes”. Wow, bintang porno mana lagi ini???

Setelah ditelusuri, ternyata Bette Davis Eyes adalah sebuah judul lagu, yang pertama kali dinyanyikan oleh Kim Carnes pada tahun 1981. Lagu ini sangat populer, dan masuk dalam peringkat Billboard All Time Top 100 di posisi 12. Kembali menjadi hot topic saat ini, kemungkinan besar dipicu karena salah satu kontestan American Idol baru saja menyanyikan lagu ini.

Mengenai lagunya sendiri, saya kemudian mencarinya di YouTube.com, hmmm... komentar saya ada di sini. (apaan sih artikel kok kepisah-pisah). Silakan disimak!

read full version ...

Google Juga Search Engine Biasa (Bisa Error Juga)

Posted by Joko Nurjadi

Salah satu teman maya saya, Yanuar "Bugs Finder" Riza, mengirimkan screenshot yang dicurigai sebagai bug dari search engine terkemuka Google. Setelah sebelumnya Yanuar juga menemukan crash pada Chrome, juga saya pernah mengalami pesan Server Error pada Google. Jangan-jangan nanti blog ini bisa jadi blog spesialis ngumpulin bugs Google.

Screenshot yang dikirimkan Yanuar kali ini menampilkan pesan bahwa situs tertentu mengandung malware, termasuk blog ini, bahkan situs http://www.google.co.id sendiri dianggap ber-malware. Waahhh.... bugnya fatal juga ya, dari googling saya mendapatkan info bahwa pada tanggal 31 Januari 2009 jam tertentu, Google memang lagi "kalap" menganggap semua situs terinfeksi malware, demikian menurut salah satu sumber yang saya baca di sini.

Klik gambar untuk memperbesar.





read full version ...

Perang Sistem Operasi

Posted by Joko Nurjadi

Berhubung saya lagi berkutat mencoba Windows 7, maka dengan ini saya tampilkan artikel lama mengenai sistem operasi (sebenernya nggak ada hubungannya sih!)

Kalau saja ada alien berteknologi maju dari luar angkasa bertamu ke bumi dan diberikan pilihan untuk menggunakan komputer dan sistem operasi apa saja, sistem operasi apa yang akan dipilihnya?

Sebelum memikirkan jawaban pertanyaan di atas, mungkin timbul pertanyaan kenapa contoh penggunanya adalah alien? Apakah penulis tidak menemukan contoh manusia yang sanggup mengoperasikan segala macam sistem operasi?

Bukan begitu, tetapi kebanyakan orang cenderung telah memiliki preferensi tertentu pada suatu sistem operasi tertentu, sebelum mencoba dan mengetahui seluk-beluk sistem operasi lainnya.

Contohnya, si A (bukan alien, mungkin Amat, Andy, Abu, dan seterusnya) tidak akan ragu-ragu memilih Fedora Linux sebagai sistem operasi karena baru kemarin sore menjadi korban sweeping software bajakan dan kebetulan baru membeli buku panduan Fedora.

Sementara si B dengan meyakinkan akan memilih komputer Mac dengan sistem operasi Mac OS X setelah menyaksikan promosi ketangguhan dan kemulusan grafik sistem operasi buatan Apple Inc tersebut.

Si C mungkin akan mengambil CD Windows XP dan melakukan instalasi pada sebuah PC rakitan dengan kecepatan luar biasa karena nomor serial product key Windows XP telah tertanam dengan baik pada ingatannya.

Artikel ini mengajak Anda sejenak menjadi alien yang belum pernah mengalami kejadian-kejadian serupa atau belum memiliki preferensi tertentu, dan mencoba melihat secara umum fungsi dasar sistem operasi, penggunaan, dan pilihan-pilihan sistem operasi yang tersedia.

Awal Mula

Jika kita melakukan kilas balik sejarah sistem operasi, kita perlu mundur kurang lebih 50 tahun yang lalu.

Apakah ada sistem operasi, maka kemudian ada mesin komputer? Ternyata tidak, sebuah mesin dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi, sebuah program dapat langsung dijalankan pada sebuah mesin. Setidaknya itu cara kerja yang banyak terdapat pada jaman mulai dikembangkannya komputer sekitar tahun 1950 (yang juga disebut dengan abstraksi hardware).

Tidak perlu susah-susah membayangkannya, contoh sederhana adalah CMOS Setup, yang merupakan program yang berjalan tanpa memerlukan sistem operasi.

Kemudian IBM mulai memperkenalkan komputer mainframe dengan sistem operasi OS/360 pada masa tahun 1960-an. Diikuti dengan Unix yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh sebuah grup karyawan dari AT&T.

Lompatan besar ditandai dengan sistem operasi PC-DOS dan MS-DOS oleh IBM dan Microsoft, seiring dengan penggunaan komputer desktop yang semakin luas.

Menambah panasnya kompetisi, Apple Macintosh (sekarang Apple Inc) mengeluarkan sistem operasi Mac OS. Sementara sistem operasi Unix melahirkan pengembangan-pengembangan baru, terutama pada tahun 1991 ketika Linus Torvalds memperkenalkan Linux.

Microsoft sendiri secara konsisten terus mengeluarkan sistem operasi berbasis Windows, dengan produk-produk fenomenal seperti Windows 98, Windows NT, Windows XP, dan seterusnya.

Hingga akhirnya, hari ini Anda mendapatkan pilihan sistem operasi yang cukup beragam, dan pilihan-pilihan tersebut bisa jadi semakin bertambah pada masa yang akan datang.

Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan software yang tidak sekedar software, karena sistem operasi menjadi ibu software-software lain yang berjalan didalamnya, singkatnya sistem operasi membentuk suatu platform agar aplikasi-aplikasi dapat berjalan diatasnya.

Tugas sistem operasi adalah mengelola resource, secara umum terbagi atas:

1. Pengelolaan Proses.
Setiap program yang berjalan didalam komputer (baik berupa service atau aplikasi) merupakan suatu proses. Sistem operasi mengelola eksekusi proses-proses yang terjadi secara multitasking.

2. Pengelolaan Memory.
Secara hirarkis, pemrosesan tercepat pada sistem komputer dilakukan di register, lalu CPU cache, Random Access Memory (RAM), dan terakhir adalah pada disk storage. Semuanya merupakan jenis memory yang harus dikelola sistem operasi. Perhatikan bahwa disk storage juga merupakan salah satu jenis memory, karena dapat digunakan sebagai virtual memory yang menangani proses-proses yang berjalan.

3. Disk dan Sistem File.
Pengelolaan file dan directory di dalam disk drive termasuk salah satu tugas penting sistem operasi. Pada sistem operasi keluarga Unix, penamaan file dan directory adalah case sensitive atau membedakan penggunaan huruf besar dan kecil, contohnya nama file surat.txt dan Surat.Txt dalam satu directory diperkenankan, dan merupakan dua file yang berbeda.

Hal ini tidak diperkenankan dalam sistem operasi Windows dimana penamaan file dan directory adalah case insensitive, Windows juga tidak memperbolehkan serangkaian karakter tertentu untuk penamaan file dan directory, misalnya seperti karakter “?”, “*”, “<”. “>”, dan seterusnya.

Perbedaan ini cukup mendasar untuk dipahami saat Anda menggunakan sistem operasi yang berbeda dari sebelumnya, misalnya saat Anda mengganti sistem operasi yang digunakan oleh web server dan melakukan migrasi file, pastikan file-file yang digunakan telah kompatibel dan sesuai dengan sistem operasi yang baru. Jika tidak, maka Anda harus melakukan penyesuaian nama file.

Sistem file (file system) merupakan salah satu perbedaan yang juga mendasar pada sistem operasi yang tersedia, sistem file merupakan sebuah metode untuk menyimpan dan mengorganisasi file agar dapat diakses dengan mudah.

Contoh sistem file yang populer adalah NTFS yang merupakan sistem file standard untuk Windows NT, termasuk versi-versi Windows diatasnya seperti Windows 2000, Windows XP, hingga Windows Vista.

Contoh lainnya adalah ext2 dan ext3, yang merupakan sistem file untuk kernel Linux.

Kebanyakan distribusi Linux mendukung sistem file ext2, ext3, ReiserFS, GFS, NILFS, FAT, XFS, JFS, NTFS dan lain sebagainya.

Mac OS X mendukung HFS+ sebagai sistem file utamanya. HFS+ merupakan pengembangan dari Hierarchical File System dari MAC OS versi awal. Mac OS X memiliki fasilitas untuk membaca dan menulis dalam sistem file lain seperti FAT, NTFS, dan lain-lain.

4. Jaringan.
Pada awal dikenalnya PC masalah jaringan bukanlah hal penting, tetapi saat ini sebuah komputer rasanya tidak lengkap tanpa adanya network card yang terpasang, ditambah lagi dengan penggunaan jaringan wireless yang praktis dan semakin banyak digunakan.

Karena itu sebuah sistem operasi dewasa ini harus mampu menangani jaringan dengan dukungan berbagai macam protokol jaringan yang tersedia, terutama protokol TCP/IP yang saat ini paling banyak digunakan.

Dengan adanya jaringan juga memungkinkan komputer yang walaupun berbeda sistem operasi dapat berkomunikasi satu sama lain dan melakukan sharing resource.

5. Security.
Erat kaitannya dengan jaringan, maka security juga merupakan hal penting yang harus dimiliki sistem operasi. Hal ini diakibatkan karena dengan adanya jaringan semakin mempermudah proses komunikasi dan distribusi file antar komputer.

Dapat diibaratkan dengan adanya jaringan, maka komputer Anda seperti rumah dengan pintu dan jendela yang terbuka agar tamu dapat masuk berkunjung. Dalam keadaan seperti itu, perlu dijaga dari sisi keamanan agar tidak kedatangan tamu tak diundang, misalnya dengan memasang kawat nyamuk untuk mencegah nyamuk masuk.

Implementasi “kawat nyamuk” ini di dalam sistem operasi dapat berupa otentifikasi user, hak akses resource, penanganan port dan firewall.

Salah satu pendapat yang keliru menyangkut masalah security adalah kekebalan sistem operasi terhadap virus, jika saat ini mayoritas virus menyerang sistem operasi Windows, tidak berarti sistem operasi lain tidak dapat terkena virus.

Pada prinsipnya, virus sama dengan software biasa, karena itu jika virus diciptakan sesuai dengan target sistem operasi tertentu, maka jadilah virus tersebut sebuah aplikasi yang berjalan pada sistem operasi yang dituju, entah sistem operasi tersebut adalah Linux, Mac OS X, Windows, ataupun sistem operasi lainnya.

Lalu mengapa virus lebih banyak menyerang sistem operasi Windows? Hal ini tidak lepas dari market sistem operasi pada komputer desktop yang saat ini didominasi Windows, tetapi juga tidak dapat dipungkiri sistem operasi seperti Unix/Linux memiliki environment yang relatif lebih susah ditembus oleh virus, walau tidak berarti dijamin bebas virus.

6. Grafik.
Bagi banyak pengguna komputer, Graphical User Interface (GUI) menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini tidak mengherankan karena GUI merupakan media interaksi antara manusia dan komputer, analoginya sebagaimana binatang peliharaan yang ramah tentu lebih disukai ketimbang binatang peliharaan yang penampilan luarnya tidak bersahabat.

Momok tidak bersahabat juga pernah dialami sistem operasi Unix/Linux dan keluarganya terutama jika dibandingkan dengan sistem operasi Windows, tampilan Unix/Linux dirasakan kurang bersahabat bagi end user pada masa lalu, tetapi saat ini kebanyakan distro Linux telah memiliki GUI memikat. Mac OS X sendiri telah membuat terobosan besar pada tahun 2001 dengan perubahan inovatif dan dramatis pada GUI dari Mac OS ke Mac OS X.

7. Device Driver.
Sistem operasi boleh berbeda, tetapi hardware yang digunakan bisa jadi sama. Agar hardware tersebut dapat dikenali pada sistem operasi, diperlukan device driver.

Jadi device driver merupakan software agar sistem dapat berinteraksi dengan hardware, tidak semua device driver disediakan oleh sistem operasi, tetapi device driver umumnya disediakan oleh vendor hardware yang digunakan.

Kernel

Istilah kernel sering digunakan pada sistem operasi Unix/Linux dan keluarganya, tetapi sebenarnya kernel digunakan dan terdapat dalam setiap sistem operasi. Apa yang disebut kernel itu sendiri merupakan komponen pusat yang menghubungkan antara software aplikasi dan hardware komputer.

Di dalam sistem operasi, kernel merupakan core atau intinya. Secara arsitektur desain, kernel dibagi atas:

1. Monolithic Kernel.
Mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi hardware secara penuh.

2. Microkernel.
Menyediakan sedikit fungsi dari abstraksi hardware dan menggunakan aplikasi yang berjalan diatasnya (server) untuk melakukan beberapa fungsi lainnya.

3. Hybrid Kernel.
Microkernel yang dimodifikasi, dengan tambahan fungsi-fungsi untuk meningkatkan performa.

4. Exokernel.
Menyediakan abstraksi hardware secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung.



Windows

Keluarga sistem operasi Microsoft Windows merupakan sistem operasi yang populer untuk komputer desktop, dan juga dapat digunakan sebagai server, seperti web server ataupun database server.

Kelahiran Windows diawali dengan sistem operasi MS-DOS, jika Anda termasuk orang yang dulu sering menenteng disket berukuran 5,25 inch tentu pernah mengalami masa-masa membawa sistem operasi MS-DOS di dalam sebuah disket.
Windows sendiri pada awalnya bukan merupakan sistem operasi, Windows versi 1.0, versi 2.x, dan versi 3.x, merupakan software 16 bit tambahan yang berjalan diatas sistem operasi MS-DOS atau variannya.

Versi selanjutnya Windows seperti Windows NT mulai merupakan sistem operasi secara penuh yang tidak tergantung lagi pada sistem operasi MS-DOS. Dengan berbasis kernel Windows NT inilah, Windows terus dikembangkan menghasilkan Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, dan Windows versi yang akan datang yang saat ini disebut dengan Windows 7.

Unix/Linux

Sistem operasi keluarga Unix/Linux populer digunakan sebagai server dalam dunia bisnis, dan sebagai workstation dalam dunia pendidikan dan lingkungan engineering. Untuk penggunaan sebagai komputer desktop, sistem operasi Linux populer dikalangan developer dan beberapa komunitas.

Beberapa varian Unix lainnya didesain berjalan hanya pada hardware vendor tersebut seperti AIX yang berjalan pada mesin IBM, dan HP-UX yang berjalan pada mesin Hewlett Packard.

Varian lainnya seperti Solaris, dapat berjalan pada beragam jenis hardware, termasuk x86 dan PC.

Tersedia beragam distribusi (atau sering disebut distro) Linux, yang merupakan keluarga Unix. Beberapa pilihan distro adalah Red Hat, SuSE, Fedora, Ubuntu, Knoppix, dan lain sebagainya. Beberapa distro merupakan turunan dari distro lain.

Mac OS X

Dikeluarkan oleh Apple Inc, Mac OS X v10.5 dikenal dengan nama Leopard. Awalnya dikenal dengan nama Mac OS (tanpa X) yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2001.

Karakter “X” sendiri berarti angka 10 dalam penomoran Romawi, yang dimaksudkan sebagai generasi penerus Mac OS versi sebelumnya yang dikenal dengan Mac OS 8 dan Mac OS 9. Tetapi juga bukan kebetulan kalau Mac OS sebenarnya berbasis Unix karena menggunakan kernel BSD.

Hal yang populer dalam sistem operasi Mac OS adalah tampilan GUI yang memikat, sistem operasi ini sendiri hanya diperuntukkan berjalan pada komputer Macintosh.

Embedded System

Jenis sistem operasi lainnya adalah embedded system, yaitu sistem komputer yang didesain secara khusus untuk keperluan tertentu.

Pada embedded system yang sederhana, tidak ada perbedaan antara sistem operasi dan aplikasi.

Sebuah contoh embedded system adalah perangkat keras router, yang dilengkapi dengan elemen-elemen seperti microprocessor, RAM, dan flash memory didalamnya.

Lain-Lain

Jenis sistem operasi lainnya adalah Novell Netware, sebenarnya Novell bukanlah 100 persen sebuah sistem operasi, karena Novell berjalan diatas sistem operasi Novell DOS (mirip dengan MS-DOS atau PC-DOS).

Sistem operasi lainnya yang masih digunakan dalam skala kecil adalah OS/2 dari IBM. Perkembangan sistem operasi terus berlanjut hingga saat ini, sebuah proyek dari Microsoft Research adalah mengembangkan sistem operasi dengan kemampuan memory protection, sistem operasi ini dinamakan Singularity.

Dari keluarga Unix/Linux, sedang didesain GNU Hurd dengan arsitektur microkernel.

Pilih Yang Mana?

Sistem operasi sebagai sebuah bisnis software yang paling vital bagi pengguna komputer saat ini tidak pelak lagi merupakan sebuah bisnis dengan persaingan yang ketat.

Kita kembali pada permasalahan di awal artikel, yaitu sistem operasi apa yang paling cocok untuk diinstall, dengan adanya berbagai pilihan sistem operasi dan ketatnya kompetisi?

Permasalahan sistem operasi memang tidak terbatas menginstall dan mengganti sistem operasi, kecuali jika memang sudah menjadi tujuan Anda melakukan riset sistem operasi atau sekedar hobby. Tetapi untuk penggunaan jangka panjang, harus ada sederet pertimbangan penting dan krusial yang harus dipikirkan.

Beberapa pertimbangan antara lain adalah:

1. Kegunaan.
Kita akan mengambil sebuah contoh sederhana, seorang mahasiswa memutuskan untuk membeli komputer agar dapat berlatih dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Dalam hal ini, kegunaan atau fungsi komputer dan sistem operasi untuk mahasiswa tersebut tentunya harus disesuaikan dengan lingkungan kampus.

Kegunaan yang berbeda mungkin akan terjadi jika seseorang yang bergerak pada bidang desain dan grafik memutuskan untuk membeli komputer, barang kali akan dibutuhkan GUI yang memikat.

Sementara jika Anda membutuhkan seperangkat komputer dan sistem operasi dengan tingkat security yang tinggi seperti pembangunan web server, maka Anda akan fokus dengan hal-hal yang terkait dengan keamanan, patch, dan ancaman-ancaman dari luar.

2. Biaya.
Kegunaan harus juga disesuaikan dengan biaya atau budget yang tersedia. Biaya tidak hanya diperhitungkan dalam jangka pendek seperti pembelian hardware dan software, tetapi juga untuk jangka panjang.

Misalnya berapa biaya perawatan, pergantian, upgrade, training jika diperlukan, dan lain sebagainya.

3. Pengguna.
Siapapun yang menggunakan sistem operasi dan komputer, pada awalnya selalu memerlukan proses belajar. Mungkin bukan suatu permasalahan jika penggunanya hanya satu atau beberapa orang, tetapi bayangkan sebuah kantor dengan ratusan karyawan tiba-tiba harus menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang baru.

Adaptasi pengguna menimbulkan permasalahan waktu yang digunakan untuk proses belajar dan adaptasi, tidak sebatas menggunakan, tetapi juga bagaimana menangani permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi pada lingkungan sistem operasi yang baru.

4. Dukungan.
Bagi vendor dan pengembang sistem operasi, dukungan merupakan tugas vital yang perlu dipertahankan agar pengguna tetap merasa terjamin untuk terus menggunakan sistem operasi.

Dukungan juga diperlukan dari pengembang-pengembang software, software dengan dukungan berbagai sistem operasi tentu memiliki pangsa pasar yang lebih luas.

Jelaslah bahwa memilih sistem operasi yang baru, entah dengan maksud membangun sistem dari awal ataupun migrasi, bukanlah hal yang mudah terutama untuk skala yang cukup besar.

Tetapi dengan memahami sistem operasi dan pilihan-pilihannya, Anda telah memiliki dasar yang kuat untuk menentukan sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ada juga kalanya Anda memutuskan harus menggunakan dua atau lebih sistem operasi, pemecahannya bisa dengan menggunakan dua atau lebih unit komputer, ataupun menginstall dua atau lebih sistem operasi di dalam satu mesin komputer.

Salah satu penyedia virtualization software adalah Vmware, yang mengijinkan Anda menginstall dan menjalankan berbagai sistem operasi pada satu fisik mesin komputer yang sama.

Tentu saja terdapat konsekuensi yang harus dibayar untuk mewujudkan hal tersebut, misalnya spesifikasi hardware yang relatif tinggi, dan kenyamanan Anda dalam menggunakan berbagai sistem operasi di dalam komputer yang sama.

Penutup

Dibalik kelebihan dan kekurangan suatu sistem operasi, terdapat hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu bagaimana cara kita menggunakan sistem operasi tersebut secara optimal sesuai dengan kebutuhan kita.

Sistem operasi telah dilengkapi dengan berbagai opsi yang memberikan keleluasaan pengguna untuk melakukan pengaturan lebih lanjut, sehingga bisa saja terjadi di mana dua orang menggunakan sistem operasi dan spesifikasi hardware yang sama, tetapi salah satunya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga lebih baik dari sisi performa dan security.

Tentu patut disayangkan jika sebuah sistem operasi hadir dengan fitur dan fungsi yang memadai tetapi tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal. Sebagai pembaca setia PC Media, tentunya merupakan sebuah tantangan bagi Anda untuk membuat sistem operasi yang Anda gunakan mampu beroperasi dengan optimal.

Sumber: PC Media
JN

read full version ...

Ong Bak 2 (2008)

Posted by Joko Nurjadi


Ong Bak 2 merupakan film action/martial art buatan Thailand dengan bintang laga Tony Jaa, biarpun berjudul Ong Bak 2, tetapi film ini bukan sequel dari Ong Bak: Muay Thai Warrior (2003), tapi justru merupakan prequel (cerita sebelumnya).

Kisahnya juga nggak rumit-rumit banget, bermula dari upaya penyelamatan seorang anak bernama Tien, yang akhirnya bertemu dengan sekelompok bandit dengan kemampuan martial art yang tinggi, Tien kemudian dilatih untuk menjadi pemimpin berikutnya kelompok tersebut. Selanjutnya banyak terjadi flashback, bahwa Tien kecil dikirim untuk belajar nari, lalu orangtua Tien dibunuh oleh pemberontak kerajaan.

Tien yang sudah sakti, bertekad balas dendam atas kematian ortunya, kalo kata Julius Caesar: saya datang, saya lihat, saya menang (veni vidi vici), kalo Tien: Saya datang, saya lihat, saya hajar, dan saya kalah! Yaaa.. udah capek-capek hajar puluhan orang sana-sini, sampai dibantuin gajah segala, tau-taunya keok... dan lebih parahnya lagi, muncul tulisan di layar bioskop "periksa barang bawaan anda sebelum meninggalkan gedung pertunjukan" alias the end!

Ong Bak 2 rencananya akan bersambung ke Ong Bak 3, jadi walaupun endingnya nggak banget, terpaksa harus tetap ditonton bagi yang pengen nonton Ong Bak 3 nanti. Jadi sekarang saya ceritakan bagus-bagusnya dulu, supaya masih niat nonton Ong Bak 2.

1. Brantemnya masih seru, banyak teknik baru yang belum pernah diperlihatkan Tony Jaa di film-film sebelumnya. Misalnya teknik kuncian armbar dan teknik lain yang sering diperagakan aliran jiu-jitsu dan kompetisi martial art, jurus mabuk, jurus jalan di atas gajah (kalo di Ong Bak yang pertama, sudah didemonstrasikan jurus jalan di atas orang), dan penggunaan beragam senjata. Pokoknya (masih) seru deh.

2. Filmnya cukup berseni, walaupun mungkin subyektif. Tapi sinematografinya mengingatkan saya dengan film 300, sepertinya Ong Bak 2 memang diarahkan seperti film komik, mungkin bisa jadi inspirasi sineas Indonesia untuk membuat film dengan pendekatan yang sama, saya bayangkan kalo ada film Si Buta Dari Goa Hantu dengan nuansa seperti 300 atau Ong Bak 2, pasti keren dan membanggakan, asal jangan ngasal ngejiplak karena banyak unsur-unsur budaya Indonesia yang bisa ditampilkan, termasuk martial art-nya.

3. Tony Jaa tampil dengan rambut gondrong sepundak, jadi lebih garang tongkrongannya.

Tapi supaya adil, saya tampilkan juga jelek-jeleknya (rupanya masih ada yang jelek selain ending yang ngegantung).

1. Nggak ada musuh yang mengesankan, kalo seperti Ong Bak yang pertama, kan ada musuh yang jago thai boxing, di Tom Yum Goong lebih asyik lagi, ada capoeira fighter, wushu fighter, sampai wrestler. Sebenernya ada sih musuh yang keren di Ong Bak 2, tapi baru nongol di akhir film, yaitu ninja yang mengalahkan Tony Jaa... eh, Tien, di atas gajah.

2. Banyak adegan yang ngebosenin, seperti adegan nari-nari, terlalu panjaaanng dan kesannya seperti memperpanjang film supaya bisa nyambung ke Ong Bak 3 (Ong Bak 3 baru direncanakan setelah pembuatan Ong Bak 2 sudah harus kejar tayang).

Ong Bak 2 ini kalau dilihat, sebenarnya kurang nyambung dengan Ong Bak, dan terlalu dipaksakan berjudul Ong Bak 2, mungkin dengan pertimbangan bisnis mengingat Ong Bak yang sukses di pasaran. Kalau tertarik melihat beberapa klip pembuatan Ong Bak 2, bisa dilihat di http://tonyjaa.blog.fr atau youtube.com. Secara keseluruhan, menurut saya masih lebih bagus Ong Bak: Muay Thai Warrior atau Tom Yum Goong (terutama adegan laganya, itu kan alasan kita nonton film Tony Jaa?), mudah-mudahan Ong Bak 3 yang rencananya akan keluar akhir 2009 dapat lebih mantap lagi.

read full version ...

Kesalahan Umum Berbahasa Indonesia

Posted by Joko Nurjadi

Bahasa Indonesia relatif lebih mudah, dibandingkan bahasa Inggris, Arab, atau Mandarin misalnya. Hal ini disebabkan karena struktur Bahasa Indonesia (yang baku) termasuk sederhana. Sering ada joke yang bilang anak kecil bule itu pintar, kecil-kecil udah jago ngomong Inggris. Mungkin kita menanggapi "ah itu kan bahasa ibunya, kita juga kecil-kecil sudah jago ngomong Indonesia", tapi coba kita bandingkan kerumitannya, bahasa Inggris mengenal berbagai tenses (present, past, future dll) yang tentunya membuat kalimat menjadi lebih rumit untuk dirangkai.

Posting ini tidak membahas perbandingan antar bahasa itu, hanya menunjukkan bahwa bahasa Indonesia yang baku sebenarnya relatif lebih sederhana, tetapi pada praktek sehari-harinya menjadi rumit karena modifikasi-modifikasi yang dilakukan dengan atau tanpa sengaja, sehingga menjadi umum digunakan, dan akhirnya membuat bahasa Indonesia (yang tidak baku) menjadi susah. Contoh-contoh yang terpikir oleh saya saat ini:

1. Penyebutan subyek orang pertama.

Maksudnya kata "saya". Ada berapa kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari? Banyak sekali! "saya","aku" (masih benar) "ogut","ane","aq", "gue","gw","eke","aye","i", yang mana sudah termodifikasi dengan bahasa daerah, slank, atau bahasa asing. Bayangkan kalo ada orang asing yang belajar bahasa Indonesia dan membaca/mendengar penggunaan kata-kata tersebut, bisa puyeng dia.

2. Lw.

Kalo dibaca sekilas, pasti bingung apa itu "lw", tapi kalo baca ada yang nulis gini "lw bisa mampir ke rumah gw ga?", maka kita tau maksudnya lw = lu = kamu. Ini contoh hasil modifikasi dari modifikasi yang semakin lama semakin nggak nyambung. Awalnya kan "gue" jadi "gw", yah mirip-miriplah "ue" sama "w", setelah "gw" menjadi umum, maka dimodifikasi lagi "lu" jadi "lw".

3. Populer.

Nah ini kesalahan yang sudah sangat umum terjadi. Yang benar adalah "popular", diambil dari bahasa Inggris. Tiap kali saya nulis "populer" di artikel PC Media, selalu diganti oleh bagian editor menjadi "popular". Walau "popular" sering ditulis "populer", tapi "popularitas" rupanya belum umum menjadi "populeritas".

4. Sekedar.

Yang benar adalah sekadar. Karena kata dasarnya adalah "kadar", seperti kita bilang "ala kadar", tapi kata "sekedar" sudah benar-benar mendarah daging, saya mencoba membandingkan kata "sekedar" dan "sekadar" di Google, ternyata Google menampilkan lebih banyak kata "sekedar" pada hasil pencariannya.

5. Daripada.

"Dia adalah ibu daripada anak itu", merupakan contoh kata "daripada" yang digunakan secara salah, yang sering digunakan oleh mantan presiden kita, Pak Harto. Walaupun demikian, kesalahan ini tidak pernah menjadi populer, eh... popular, atau jarang ditiru, dibandingkan dengan yang dibawah ini....

6. Secara.

"Rapi sekali, secara saya tidak pernah lihat kamu pakai dasi". Ini penggunaan kata "secara" secara tidak benar, dan menurut saya kesalahan paling gawat yang pernah saya temui, dan saya takutkan akan menjadi umum. Tetapi mau tidak mau saya salut juga melihat bagaimana penggunaan kata yang amburadul ini bisa menyebar dengan luar biasa cepat (setau saya baru sekitar pertengahan/akhir 2008 sering digunakan), terutama secara tertulis, kalau secara lisan masih agak jarang saya dengar.

Kenapa gawat, karena kata ini mengubah arti kata "secara", menimbulkan kerancuan, dan tidak terlihat secara kasat mata. Maksudnya kalo kata yang nggak baku seperti "nggak","gue","pake","kalo", dll kan bisa langsung terlihat dan langsung ada kesan situasi santai atau tidak resmi/formal, tapi "secara" pada kalimat di atas bisa tampak baku.

Pasti masih banyak lagi daftar kesalahan umum, yang sudah susah untuk dihilangkan. Tapi menurut saya yang penting kita masih sadar kapan menggunakannya, yang santai dan yang formal, yang baku dan yang tidak baku. Hidup bahasa Indonesia! :)

read full version ...

Ip Man

Posted by Joko Nurjadi

Dalam sejarah saya nonton film action, satu-satunya aktor laga yang serba bisa memperagakan segala jurus seni bela diri (martial art) adalah Donnie Yen. Awalnya Donnie Yen banyak menggunakan variasi tendangan putar atau salto yang saya duga tidak pernah atau jarang menggunakan wire-fu (kung fu dengan bantuan tali huahaha) atau cam-fu (kung fu dengan bantuan efek kamera kekekeke), lalu juga sering terlihat memperagakan gaya Bruce Lee, kemudian pernah menjadi lawan Jet Li (Once Upon a Time in China II dan Hero) yang memperagakan jurus-jurus silat/wushu yang enak ditonton, dengan tangan kosong maupun senjata (walaupun berhubung film silat, sepertinya cukup banyak menggunakan wire-fu di film bareng Jet Li ini). Pada kesempatan lain, Donnie Yen memperagakan jurus-jurus mixed martial art (SPL, Flash Point) yang sarat dengan kuncian-kuncian mematikan yang bisa bikin lawan patah tulang atau kehabisan nafas, kalau sering nonton PriceFC atau UFC yang dulu diputar oleh TPI, pasti jurus-jurus yang terlihat di film itu cukup familiar.

Film Ip Man ini mengedepankan aliran Wing Chun, dimana sekali lagi Donnie Yen merombak gerakan dan jurus-jurus yang ditampilkan. Ip Man termasuk salah satu film yang saya tunggu-tunggu, karena infonya sudah cukup lama ada di Wikipedia, bercerita tentang kehidupan Ip Man, yang merupakan guru dari Bruce Lee.

Walaupun begitu, waktu ngantri beli tiket di 21, sempat terpikir untuk batal nonton Ip Man dan ganti dengan nonton Twilight! Sungguh sangat tidak nyambung seleranya saudara-saudara... masa dari kung fu ke vampire. Untung niat nonton film vampire tiba-tiba lenyap begitu ngeliat poster film Setan Budeg, mana di dekat situ ada patung setan budeg, hiii... saya hina dina aja mumpung dia kan budeg.

Tapi begitu antrian sudah semakin dekat, ada cowok yang rupanya nggak ikut ngantri tapi sudah menginvestigasi didepan, trus ngasih tau (pake bahasa tarzan soalnya kenceng bener ngomongnya) ke temannya (yang antri dibelakang saya) bahwa semua studio di jam yang terdekat sudah penuh! Termasuk Ip Man (dia ngomongnya IP Man = ai pi men), dan beberapa orang sekitar yang ikut ngantri juga ngomongnya ai pi men, apa mungkin mereka belum baca Wikipedia atau sinopsisnya, dan berpikir di film ini Donnie Yen jadi network engineer yang berurusan dengan IP? Ip Man kan nama orang, jadi harusnya bacanya ya Ip Man, tapi biarlah, mereka bakal tau sendiri begitu di loket pasti mbaknya berbaik hati ngasih tau kalau bacanya itu Ip Man.

Begitu udah di loket dan bayar, mbaknya ngasih karcis dan bilang "silakan i pe men jam 16:50 dua ya", haaaaa.... i pe men! Kalau Setan Budeg yang deket sana bisa denger mungkin dia bisa bersin-bersin, mbaknya sudah nonton Ip Man belum sih? Oh ya, ternyata studionya juga masih cukup banyak tempat di jam yang terdekat, kayaknya cowok tadi investigasinya kurang oke, mungkin waktu melongok-longok salah liat, tapi caranya bisa dikembangkan jadi hacking ala social engineering, teriak-teriak aja bilang studio tempat Ip Man sudah penuh sampai seminggu kedepan, mungkin yang ngantri Ip Man pada mundur dari antrian (dan gebukin yang teriak tadi).

Sudah ah, sekarang cerita filmnya. Donnie Yen yang berperan sebagai Ip Man tampak lebih langsing disini, Ip Man adalah seorang master di kota Fo Shan yang tidak terkalahkan, baik dalam kota maupun saat menghadapi penantang dari luar kota. Jaman ini masih jadul karena settingnya tahun 1930-an. Keadaan berubah saat tentara Jepang menguasai Fo Shan, menyebabkan penduduknya menderita, termasuk Ip Man yang tidak mau melawan dengan kekerasan. Tetapi akhirnya Ip Man mengamuk juga saat sahabat-sahabatnya mati di tangan pendekar-pendekar Jepang, dan akhirnya menantang Jenderal Jepang dalam duel satu lawan satu. Inti ceritanya sih seperti itu, adegan berantemnya cukup bagus, jurus andalan Donnie Yen kali ini adalah tinju beruntun yang bunyinya bukbukbuk (gimana ya cara bikin efek suaranya), walaupun saya lebih senang adegan berantemnya di SPL atau Flash Point, tapi bisa dimaklumi sih, kan nggak mungkin kung fu Wing Chun pake pelintir kaki, cekek leher, atau tendangan street fighter.

kalau lengan bajunya sudah digulung sampai segini, itu tanda bahaya buat lawan Ip Man!

Nah waktu sudah selesai nonton dan mengadakan sedikit ritual di toilet, baru deh orang-orangnya pada nyebut Ip Man dengan benar, bukan ai pi men atau i pe men.

read full version ...

Kesalahan Dalam Bahasa Inggris (Bagian 3)

Posted by Joko Nurjadi

Kali ini, kami akan mengungkapkan fakta (kayak investigasi aja) yang berhasil dikumpulkan oleh bro Asep (thanks a lot, sir!), mudah-mudahan bermanfaat.

Sebagai catatan, untuk pronunciation huruf "e", akan dituliskan sbb:

e = untuk "e" seperti diucapkan pada eja,becak, meja dll.
ə = untuk "e" seperti diucapkan pada kelas, sejak,tentang, dll.

Tiada gading yang tak retak, jika pembaca menemukan kesalahan, jangan ragu dikoreksi :)

pronunciation

1. bullet

salah: balet
benar: bulət

komentar: memang banyak yang membaca huruf "u" yang diapit konsonan dengan "a", hal ini benar seperti pada kata "dust" (baca:das), "bus" (bas),"trust" (tras).

tapi tidak untuk "bullet", "truth", "push", "pull".


2. bridge

salah: braij
benar: brij

komentar: huruf vokal "i" (baca:ai) pada beberapa kata memang dibaca dengan "ai", seperti kind, sign, dll. Tetapi tidak pada bridge, dig, hit, dst.

3. balance
salah: belens
benar: baləns

4. outbound, mouse, sound
salah: otbon, mos,son
benar: autbaund, maus, saund

5. great
salah: grit
benar: gret

6. provider
salah: provaidər
benar: prəvaidər

7. even
salah: iven
benar: ivən

8. event
salah: ivənt
benar: ivent

komentar: bedakan event dengan even!

9. the one
salah: di wan
benar: də wan

komentar: walaupun setelah the adalah vokal o(ne), tetapi the tetap dibaca "də", karena pengucapan "one" awalnya konsonan. Bedakan dengan the only one (baca: di onli wan).

10. accountable
salah: ə-kauntei-bəl
benar: ə-kauntə-bəl

komentar: akhiran able dibaca dengan ə-bəl dan bukan tei-bəl, seperti juga pada kata seperti adjustable, comfortable. Bedakan dengan pengucapan able pada disable (disei-bəl) atau unable (ənei-bəl).

11. welcome
salah: welkam
benar: welkəm

komentar: demikian juga dengan kata seperti handsome, lonesome. Bedakan pembacaan "come" pada welcome dan come yang berdiri sendiri. Handsome atau some yang berdiri sendiri.

wrong spelling

1. greatful

yang benar: grateful.

2. thank's

yang benar: thanks.

3. a hour

yang benar: an hour.

4. my self

yang benar: myself (disambung), seperti juga firework, bukan fire work.

5. look forward for

yang benar: look forward to

Beberapa catatan:

bro Asep juga sempat mempertanyakan hal berikut:

- aging or ageing?

setelah saya googling, ternyata baik aging dan ageing sama-sama dipergunakan, bedanya aging digunakan dalam American English, sedangkan ageing dalam British English.

Ada yang kurang/ketinggalan, monggo ditambah :)

read full version ...