May 7, 2008

Meramal Kiamat Melalui Economic Calendar


Belakangan ini, bursa saham Wall Street sedang musim hujan saham, dalam arti saham-saham berjatuhan di tengah badai ketakutan akan terjadinya resesi di Amerika.

Jika kita ingin mengetahui apakah hari ini cuaca cerah, mendung, badai, dan seterusnya, kita mungkin akan mengacu pada ramalan cuaca. Lalu apakah "cuaca" di Wall Street juga dapat diramal?

"Ah, jangan pakai kata meramal dong, kesannya klenik banget, pakai kek kata prediksi, atau forecasting..." kata rekan saya, seorang dukun (maksudnya namanya Bang Dhukun).

"Sama saja, mau pakai nama prediksi atau ramalan, apakah pasti 100% tokcer?" jawab saya ngajak berantem.

"Beda dong, prediksi itu memiliki dasar yang logis, pemaparan fakta, analisa, dan menghasilkan kesimpulan, sedangkan ramalan itu dasarnya tidak logis, sering timbul dari alam bawah sadar, atau waktu lagi ngelamun." Bang Dhukun mulai memberi kuliah.

Mari kita tinggalkan Bang Dhukun yang suka meramal dari lamunan, tapi point penting yang dikatakan Bang Dhukun memang benar, kita harus memiliki fakta/data dan menganalisanya!

Salah satu data yang tersedia dan mudah untuk didapatkan adalah economic calendar, salah satu penyedianya adalah Yahoo! pada alamat http://biz.yahoo.com/c/e.html

Pada economic calendar, terdapat informasi tanggal, jam, dan data ekonomi apa yang akan disampaikan. Market sering menunjukkan reaksi pada data ekonomi yang keluar, data ekonomi antara lain menunjukkan tingkat pengangguran, penjualan retail, penjualan rumah, dan sebagainya, yang mencerminkan perekonomian Amerika Serikat.

Tentu saja data ekonomi bukan satu-satunya penggerak market, tetapi laporan data ekonomi adalah salah satu event yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan market, terutama jika hasil yang keluar tidak seperti yang diperkirakan market.

Saya pribadi lebih suka menggunakan economic calendar sebagai salah satu warning - terutama untuk kondisi market saat ini - untuk mempertimbangkan jika ingin mengambil posisi trading.

Terutama untuk posisi yang berdasarkan analisa teknikal, karena news selalu dapat memporak-porandakan perhitungan analisa teknikal.

Seperti halnya meramal cuaca, tentu ada cuaca baik dan buruk, tetapi mengapa judul tulisan ini meramal kiamat? Apakah economic calendar selalu berakibat buruk? Tidak, tetapi jika anda sedang mempertaruhkan uang anda, maka pikirkan kemungkinan yang terburuk.

Modal seorang trader/investor bukanlah kenekatan, tetapi perhitungan.

No comments: