The Master Session 4 - Duel Final

Posted by Joko Nurjadi

Akhirnya selesai juga session 4 dari acara The Master, yang menampilkan duel antara Cosmo (flamboyan fakir) dan Ivan (close up illusionist). Tetapi bukan mereka saja yang tampil, hampir seluruh penampilan malam ini merupakan duel, atau lebih tepatnya kolaborasi. Walaupun demikian, saya tidak melihat acara The Master kali ini menarik.

Karena menurut saya, hal yang membuat sebuah penampilan magic menarik adalah jika orang tidak dapat menebak trik yang digunakan. Jika aksi magic mengikutsertakan penonton yang diundang keatas panggung, seharusnya trik magicnya tetap tidak terungkap sekalipun kita berandai-andai bahwa sang penonton adalah asisten magician.

Sayangnya, semua penampilan malam ini triknya terbaca dan menjadi mungkin, jika kita berpikir bahwa penonton (tertentu) yang dipanggil ke atas panggung adalah orang suruhan.

Deddy Corbuzier

Membuka acara dengan bumbu bombastis, yaitu "menghilangkan mobil". Tetapi kemudian yang dilakukan Deddy adalah memilih seorang penonton (katakanlah si A). si A ini tidak dipilih acak, walaupun berusaha disamarkan dengan bertanya pada penonton siapa yang memiliki mobil. Lalu seorang penonton (si B) dipilih secara acak dengan cara melempar frisbee.

Deddy meminta si A menyerahkan kunci mobilnya, kunci mobil tersebut diserahkan pada asisten Deddy untuk dibuang (ini maksudnya menghilangkan mobil). Lalu Deddy meminta cincin si B, dan menghilangkan cincin tersebut. Selama aksi ini, tangan Deddy tidak jelas terlihat (karena si B juga diperintahkan untuk berdiri di depan Deddy), dan tau-tau Deddy mengeluarkan kunci mobil si A dan cincin si B yang terkait didalamnya.

Saya rasa, setiap penonton cukup kritis untuk tidak percaya bahwa kunci mobil yang dikeluarkan Deddy sama dengan kunci mobil yang diberikan oleh A, sehingga satu-satunya magic disini adalah bagaimana cincin si B (yang dipilih acak) bisa nyantol di kunci mobil si A. Dugaannya adalah dengan kecepatan tangan, terutama karena posisi tangan Deddy yang memang selalu tampak tersembunyi.

Limbad & Cosmo

Kolaborasi pertama, aksi ini tidak menyertakan penonton, dan juga tidak menarik. Aksinya adalah:

1. Limbad dan Cosmo melepaskan rantai yang mengikat mereka. Sementara tidak terlihat bagaimana proses mereka diikat, tidak ada pengujian apakah rantai tersebut kuat (buset gue ngomong udah kayak juri hihihi).

2. Naik tangga keatas dengan kaki telanjang, menginjak anak tangga dari golok (yang juga tidak terbukti tajam).

3. Mengambil tambang dari tumpukan beling (yang juga tidak terbukti beling beneran).

4. Menendang durian. Kalau ini sih percaya-percaya saja, tetapi tetap tidak terlihat istimewa.

5. Limbad menarik truk dengan rambutnya, Cosmo menarik truk dengan giginya (tidak terbukti bahwa truk tersebut susah ditarik). Sudut kamera juga tidak memperlihatkan ketegangan tambang dengan jelas (logikanya jika memang berat, tali tambang akan terlihat tertarik kencang).

Joe Sandy & Ivan
Kembali dua penonton diundang maju ke panggung (dan kembali kedua-duanya tidak dipilih acak). Si A disuruh memilih 1 dari 4 jenis minuman, si B disuruh memilih sebuah amplop dari 4 amplop. Pilihan si A ternyata sama dengan isi amplop yang dipilih B, yaitu Cappuccino. Dengan asumsi si A & B adalah asisten sang magician, aksi ini sama sekali tidak menarik.

Ivan mendapatkan porsi yang sangat sedikit, yaitu membuat gambar cappuccino dapat mengeluarkan cappuccino asli yang dapat diminum, tipuan ini jelas terlihat pada kamera, karena yang katanya "gambar" cappuccino jelas-jelas adalah tempat cappuccino beneran, terlihat dari goyangan airnya.

Ivan

Kali ini Ivan tampil solo, memunculkan/menghilangkan/memindahkan objek kura-kura. Kecepatan tangannya dinodai dengan gerakan tangannya yang sering ngumpet dibalik meja. Bagaimanapun juga, buat saya ini adalah penampilan terbaik malam ini, dibandingkan aksi lainnya. Apalagi kura-kuranya ada yang suka aktif jalan, mungkin lebih susah dipindah-pindahkan dibandingkan koin atau kartu.

Deddy Corbuzier

Mr. Deddy tampil kembali, sekarang temanya adalah bermain monopoly, memang bisa saja si Deddy mencari topik yang terdengar menarik, walaupun yang namanya monopoly (versi Corbuzier) ternyata adalah permainan sederhana, yaitu menjejerkan kotak/papan tertutup di lantai, lalu menyuruh peserta berjalan menapaki papan tersebut dan berhenti di mana saja. Papan yang diinjak peserta akan menjadi pilihannya (apakah mendapatkan uang atau mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu).

Lagi-lagi, peserta yang berjalan menapaki papan tersebut diambil dari penonton yang tidak dipilih acak! Dengan trik yang mirip seperti sebelumnya, Deddy menyamarkan hal ini (walaupun sama sekali tidak menjadi samar) dengan bertanya siapa saja yang suka main monopoly, tapi buntut-buntutnya tetap memilih sendiri penontonnya. Lalu dipilih dua orang secara acak, dua orang ini membantu mengocok papan dan menjejerkannya di lantai. Tapi itu bukan hal yang penting jika ada tanda tertentu pada papan, perhatikan bahwa tutup papan tersebut tidak polos, ada gambar dan tulisan monopoly, yang bisa saja ditandai khusus pada papan tertentu (dugaan saja, tapi masuk akal kan).

Penonton yang dipilih Deddy lalu berjalan dan memilih papan pilihannya, ada yang bertuliskan ia harus membayar sekian, ada yang bertuliskan mendapatkan sekian, akhir-akhirnya menjadi impas + mendapatkan oli top 1.

Cosmo

Beraksi outdoor, tidur di tumpukan beling (sekali lagi, yang tidak terbukti beneran), tubuhnya dipasang sebuah papan, dan beberapa motor melewati papan tersebut melindas tubuh Cosmo. Aksi yang mirip dengan yang dulu ditampilkan Limbad. Juga bukan aksi yang menarik, walaupun resikonya cukup tinggi, siapa tau pengendara motornya grogi lalu tidak berjalan lurus mengikuti jalur papan.

Romy Rafael & Denny Darko
Saya agak terlewat bagian awalnya, yang jelas ada dua penonton yang didaulat naik ke panggung, dan sepertinya juga tidak dipilih acak. Pada si A diberikan papan bertuliskan HELL, sedangkan si B diberikan papan bertuliskan BLESS.

Sebagian penonton (yang rata-rata acak) disuruh menuliskan angka di kertas. Lalu Romy menyuruh si A memilih 4 orang (yang saya curiga adalah asisten), mencatat angka pilihan orang tersebut dan dan menjumlahkan angkanya sehingga didapatkan total hasil 3477 (dibalik menjadi tulisan HELL).

Giliran Denny Darko menggunakan trik yang lebih parah. Seluruh penonton yang menuliskan angka disuruh melemparkan kertas bertuliskan angka ke panggung. Si B mengambil acak 5 kertas, dan menjumlahkan angka-angkanya sehingga hasil total adalah 55378. Parahnya, kertas-kertas yang dipilih si B tidak diperlihatkan (tapi langsung dibuang), jadi tidak ada bukti apakah benar ke-5 angka yang dipilih B jika dijumlahkan adalah 55378 (dibalik menjadi BLESS).

and the winner is...
Pengumuman pemenang antara Ivan dan Cosmo berdasarkan polling SMS, ternyata unggul Cosmo (surprise juga saya!). Yah namanya juga polling, walaupun menurut saya pribadi, performance Ivan lebih baik. Mudah-mudahan The Master berikutnya bisa lebih menarik, yang saya kuatirkan adalah karena diburu kejar tayang dan mumpung lagi digemari, para magician-magician ini lupa mengedepankan kualitas.

2 comments:

  1. aerje said...

    fans sejati the master ya....

  2. Yanuar said...

    Males liat the master mas, triknya beberapa saya sudah tahu